Integrasi Teknologi Deep Learning dan Framework Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Perancangan Model Bisnis Aplikasi EdTech yang Inklusif

Authors

  • Nadhita Putri Maulaniah Universitas Hafshawaty Zainul Hasan
  • Fiqih Fendi Universitas hafshawaty Zainul Hasan

Keywords:

Kecerdasan buatan, Kurikulum Berbasis Cinta, Model Bisnis, Pendidikan Afektif, Teknologi Pendidikan

Abstract

Ekosistem bisnis teknologi pendidikan saat ini tengah mengalami transformasi radikal yang didorong oleh kemajuan pesat kecerdasan buatan, namun sebagian besar inovasi tersebut hanya berfokus pada capaian kognitif dan standardisasi nilai akademik. Pendekatan komersial ini melahirkan fenomena reduksionis yang mengabaikan kesejahteraan emosional siswa demi efisiensi operasional dan keuntungan finansial, padahal fase pendidikan dasar sangat membutuhkan pendekatan yang humanis dan penuh empati. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengatasi masalah eksklusivitas tersebut dengan tujuan utama merumuskan kerangka konseptual integrasi antara algoritma Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta, merancang purwarupa model bisnis aplikasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, serta menganalisis kelayakan ekonomi maupun operasional dari implementasi model tersebut. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengeksplorasi kebutuhan afektif siswa sekaligus menguji kelayakan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur komputasional Deep Learning dapat dialihkan secara radikal dari sekadar memprediksi nilai ujian menuju deteksi kesejahteraan emosional melalui pemrosesan bahasa alami. Teknologi ini kemudian berfungsi sebagai asisten afektif yang memberikan rekomendasi intervensi pedagogis bagi pendidik sebelum masalah akademik muncul. Selanjutnya, perancangan model bisnis membuktikan bahwa inklusivitas bukan merupakan beban biaya tambahan, melainkan sebuah keunggulan kompetitif. Model bisnis ini terbukti layak secara finansial karena mampu menurunkan biaya akuisisi pelanggan dan meningkatkan tingkat retensi secara signifikan melalui ikatan kepercayaan antara sekolah dan orang tua. Kesimpulannya, kecerdasan buatan dapat dirancang untuk memprioritaskan pendidikan yang memanusiakan siswa dengan pendekatan afektif tanpa mengorbankan keberlanjutan ekonomi pihak pengembang teknologi pendidikan.

References

[1] Apdillah, D., & Sari, K. (2025). Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Teknologi. Dira Media Kreasindo.

[2] Qoriana, T. (2026). Pendekatan Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Humanisme dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Capitalis: Journal of Social Sciences, 3(3), 81-89.

[3] Hidayat, H. (2025). MENEBARKAN RAHMAT DI KELAS: Panduan Menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Pembelajaran Mendalam. Detak Pustaka.

[4] Zuhair, A. D., Islamy, A. D., Saputri, A. S., & Rika, A. R. (2025). STRATEGI BERSAING PLATFORM APLIKASI RUANG GURU DALAM INDUSTRI EDTECH DI INDONESIA. Jurnal Transformasi Pembelajaran dan Inovasi, 6(3).

[5] Nurhadi, I., Kom, S., Borianto, S., Apriandini Sri Dewi, S. T., Veri, J., Kom, S., & MM, M. (2025). Peluang Emas di Dunia TI: Integrasi Sains, Teknologi, dan Inovasi Menuju Bisnis Berkelanjutan. Fahmi Karya.

[6] Ouyang, F., & Jiao, P. (2021). "Artificial intelligence in education: The three paradigms". Computers and Education: Artificial Intelligence. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100020

[7] Luan, H., dkk. (2020/2021). "Challenges and Future Directions of Big Data and Artificial Intelligence in Education". Frontiers in Psychology. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.580820

[8] Baidoo-Anu, D., & Owusu Ansah, L. (2023). "Education in the Era of Generative Artificial Intelligence (AI): Understanding the Potential Benefits of ChatGPT in Promoting Teaching and Learning". Journal of AI. https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.4337484

[9] Su, J., & Yang, W. (2022). "Artificial intelligence in early childhood education: A scoping review". Computers and Education: Artificial Intelligence. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2022.100049

[10] Nguyen, A., Ngo, H. N., Hong, Y., Dang, B., & Nguyen, B. P. (2023). "Ethical principles for artificial intelligence in education". Education and Information Technologies. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11316-w

[11] Aryani, R., Marzal, J., Utomo, P. E. P., & Chit, S. C. (2025). Pengembangan Sistem Informasi Agenda Terintegrasi Menggunakan Framework Design Science Research Cycles. Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer), 24(1), 73-82.

[12] Bachmann, N., Thienemann, A. K., Tüzün, A., Brunner, M., Tripathi, S., Pöchtrager, S., & Jodlbauer, H. (2025). The evolution of the business model canvas for digital sustainability. Procedia Computer Science, 253, 1012-1023.

[13] Triana, P., Kusnadi, K., Sakillah, S., Arisanti, D., Alimuddin, A., & Darni, D. (2025). Pengaruh Pemberian Ice Breaking Oleh Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Di MTsN 3 Kampar. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(4), 1106-1110.

[14] Maulana, E., Sos, S., Arifin, S., MM, R., AP, S., MM, A. B., ... & SE, M. (2026). Metode Penelitian Kuantitatif: Panduan Teoretis dan Praktis dengan SPSS dan SmartPLS. PT. Revormasi Jangkar Philosophia.

[15] Dwi Hendriani, S. K. M., & Keb, S. T. (2025). The NVivo Master Guide: Kuasai Analisis Data Kualitatif. PT Bukuloka Literasi Bangsa.

[16] Maulana, E., Sos, S., Arifin, S., MM, R., AP, S., MM, A. B., ... & SE, M. (2026). Metode Penelitian Kuantitatif: Panduan Teoretis dan Praktis dengan SPSS dan SmartPLS. PT. Revormasi Jangkar Philosophia.

[17] Rongali, S. K. (2025). Natural language processing (NLP) in artificial intelligence. World Journal of Advanced Research and Reviews, 25(1), 1931-1935.

Downloads

Published

2026-08-01