Hubungan Ekonomi dan Dukungan Keluarga dengan kejadian KEK (Kekurangan Energi Kronis) pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Banyuanyar
Abstract
Abstrak
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah utama gizi ibu dan anak, yang dapat menimbulkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat rendah, serta komplikasi pada ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status ekonomi dan dukungan keluarga dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar. Penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan desain cross-sectional retrospektif dilakukan pada 40 ibu hamil menggunakan total sampling. Variabel ekonomi dan dukungan keluarga diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status KEK ditentukan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA), dengan kriteria LILA < 23,5 cm menunjukkan KEK. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Mann–Whitney (α = 0,05). Mayoritas responden berusia 20–35 tahun, primipara, trimester kedua, dengan status ekonomi rendah dan dukungan keluarga kurang. Prevalensi KEK sebesar 95%. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara status ekonomi (p < 0,05) dan dukungan keluarga (p < 0,05) dengan KEK. Kesimpulan: Keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga yang kurang berhubungan signifikan dengan tingginya kejadian KEK pada ibu hamil. Intervensi komprehensif yang melibatkan partisipasi keluarga dan edukasi gizi diperlukan untuk mencegah dan menurunkan KEK.
Kata kunci: Kekurangan Energi Kronis, Ibu Hamil, Dukungan Keluarga, Status Ekonomi
Abstract
Chronic Energy Deficiency (CED) during pregnancy remains a major maternal and child nutrition problem, causing risks such as preterm birth, low birth weight, and maternal complications. This study aimed to analyze the relationship between family economic status and family support with the incidence of CED among pregnant women in the Banyuanyar Health Center work area. A quantitative analytic correlational study with a cross-sectional retrospective design was conducted on 40 pregnant women using total sampling. Economic status and family support were measured via structured questionnaires, while CED status was determined using Upper Arm Circumference (LILA), with LILA < 23.5 cm indicating CED. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Mann–Whitney test (α = 0.05). Most respondents were aged 20–35 years, primipara, in the second trimester, and had low economic status with poor family support. The prevalence of CED was 95%. Statistical analysis revealed significant relationships between economic status (p < 0.05) and family support (p < 0.05) with CED. Economic limitations and insufficient family support are significantly associated with the high incidence of CED among pregnant women. Comprehensive interventions involving family participation and nutrition education are needed to prevent and reduce CED.
Keywords: Chronic Energy Deficiency, Pregnancy, Family Support, Economic Status
