Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Remaja Putri di MA Mambaul Hasan
Abstract
Abstrak
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, di mana perkembangan fisik dan seksual sering kali berlangsung lebih cepat dibandingkan kematangan emosional. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap perilaku berisiko, termasuk terjadinya infeksi menular seksual (IMS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri di MA Mambaul Hasan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepada seluruh populasi penelitian sebanyak 35 responden, dengan teknik total sampling, yang dilaksanakan pada Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kecerdasan emosional dalam kategori kurang sebesar 51,4%, sedangkan perilaku pencegahan IMS berada pada kategori kurang baik sebesar 60,0%. Analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) yang menandakan adanya hubungan yang bermakna antara kecerdasan emosional dan perilaku pencegahan IMS. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan IMS pada remaja putri, sehingga diperlukan upaya peningkatan kecerdasan emosional sebagai bagian dari strategi pencegahan IMS pada kelompok remaja.
Kata kunci: kecerdasan emosiona; perilaku pencegahan IMS; remaja putri
Abstract
Adolescence is a transitional stage characterized by substantial biological, psychological, and social changes, in which physical and sexual maturation often develops more rapidly than emotional maturity. This condition may increase adolescents’ vulnerability to risky behaviors, including sexually transmitted infections (STIs). This study aimed to examine the relationship between emotional intelligence and STI prevention behavior among female adolescents at MA Mambaul Hasan. A cross-sectional quantitative research design was employed in this study. Data were collected using structured questionnaires from all 35 respondents through a total sampling technique, conducted in February 2025. The results indicated that the majority of respondents had a low level of emotional intelligence (51.4%), while most demonstrated poor STI prevention behavior (60.0%). Statistical analysis using the Chi-Square test revealed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant relationship between emotional intelligence and STI prevention behavior. In conclusion, emotional intelligence plays a crucial role in shaping adolescents’ preventive behavior against STIs. Therefore, efforts to enhance emotional intelligence should be integrated into adolescent health education programs as a strategy to reduce the risk of sexually transmitted infections.
Keywords: emotional intelligence; STI prevention behavior; female adolescents
